Hotline
Hubungi kami pada jam kerja 08.00-16.00
telp. 0335 841610 .
atau via email
bromotelecenter@gmail.com
pada hari senin s/d jumat
Jasa Kami
Kami Melayani
Jasa Setting Warnet , Mikrotik , Wifi ,
Jasa Maintanance
Anda Berminat Menggunakan
Jasa Kami call Me Now.
Menu Utama
- Kegiatan Bromo Telecenter
- Kunjungan dan agenda ASTEl
- Kegiatan Peserta PKL
- Produk UKM Kab. Probolinggo
- Kegiatan Pelatihan
- Download Katalog
- Downlaod Buku Profile Bromotc
- Free Software
- Tata cara login Hotspot BPPTI
- Download Pengajuan Pelatihan
- Artikel Teknologi
- Artikel Pendidikan
- Program Kegiatan
- Portofolio
- Laporan Dan Tugas Akhir siswa
Kamis, 10 Juni 2010
Pinang Kering Suja’i
Probolinggo. Buah pinang merupakan salah satu komoditi penting dalam industri pewarnaan pakaian. Buah pinang kering banyak diekspor ke Yaman, India, Pakistan dan Nepal. Dan juga banyak dikomsumsi di dalam negeri
Sayangnya, imbas krisis global memaksa ekspor pinang harus terhenti sesaat. Bahkan harga jual pinang pun ikutan goyah. Tak heran, para pengusaha penjualan pinang mulai mengalihkan penjualan ke komoditas cokelat. Dus, mengalihkan pasar pinang
ke pasar lokal.
Salah satu penjual pinang kering adalah Suja’i Khatib asal Gading Kabupaten Probolinggo. Menurut Sudja’i, sang pemilik, potensi bisnis pinang di Probolinggo tergolong masih bagus walau mulai tergerus krisis.
Probolinggo sendiri menurut Sudja’i merupakan daerah pemasok pinang ke beberapa pasar lokal seperti Lumajang dan Surabaya Bahkan, Sudja’i berani bilang bahwa potensi pinang kering bisa mencapai sekitar 20 ton per bulan. Walau begitu, sebelum krisis penjualan pinang baru mencapai 50 ton per bulan.
Sudjai memulai usaha pinang kering sejak tahun 1991, berawal dari keinginannya untuk terus menghidupi keluarga Sudjai melirik buah pinang sebagai lahan untuk memulai usahanya, dengan modal Rp. 500.000,- dan mempekerjakan 2 orang Sudja’i memulai usahanya mengolah buah pinang kering.

Dengan ketelatenan Sudjai’i lambat laun usahanya menampakan hasil, terbukti hingga saat ini ia sudah mampu memperoleh pendapatan sekitar 4 jutaperbulan" saat ini pasar pinang saya hanya ke lokal. terutama untuk pasokan ke Surabaya, Lumajang dan Probolinggo lainnya," ujar Sudja’i yang mewarisi bisnis bidang agro tersebut dari sang mertua tahun 1991 lalu. Dan kini ia akan berkonsentrasi untuk memasarkan produknya ke seluruh indonesia
Sayangnya, imbas krisis global memaksa ekspor pinang harus terhenti sesaat. Bahkan harga jual pinang pun ikutan goyah. Tak heran, para pengusaha penjualan pinang mulai mengalihkan penjualan ke komoditas cokelat. Dus, mengalihkan pasar pinang
ke pasar lokal.
Salah satu penjual pinang kering adalah Suja’i Khatib asal Gading Kabupaten Probolinggo. Menurut Sudja’i, sang pemilik, potensi bisnis pinang di Probolinggo tergolong masih bagus walau mulai tergerus krisis.
Probolinggo sendiri menurut Sudja’i merupakan daerah pemasok pinang ke beberapa pasar lokal seperti Lumajang dan Surabaya Bahkan, Sudja’i berani bilang bahwa potensi pinang kering bisa mencapai sekitar 20 ton per bulan. Walau begitu, sebelum krisis penjualan pinang baru mencapai 50 ton per bulan.
Sudjai memulai usaha pinang kering sejak tahun 1991, berawal dari keinginannya untuk terus menghidupi keluarga Sudjai melirik buah pinang sebagai lahan untuk memulai usahanya, dengan modal Rp. 500.000,- dan mempekerjakan 2 orang Sudja’i memulai usahanya mengolah buah pinang kering.
Dengan ketelatenan Sudjai’i lambat laun usahanya menampakan hasil, terbukti hingga saat ini ia sudah mampu memperoleh pendapatan sekitar 4 jutaperbulan" saat ini pasar pinang saya hanya ke lokal. terutama untuk pasokan ke Surabaya, Lumajang dan Probolinggo lainnya," ujar Sudja’i yang mewarisi bisnis bidang agro tersebut dari sang mertua tahun 1991 lalu. Dan kini ia akan berkonsentrasi untuk memasarkan produknya ke seluruh indonesia
Related Posts : makanan,
Profile,
UKM
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)

0 komentar:
Posting Komentar